Langsung ke konten utama

Bab Animalia 1


Kingdom Animalia
Dunia hewan terbagi ke dalam kelompok besar (Phyllum) yaitu dunia Vertebrata (bertulang belakang) dan Invertebrata (tidak bertulang belakang). Pengetahuan mengenai hewan-hewan yang bertulang belakang akan dibahas secara khusus dalam Zoologi Vertebrata, sedangkan studi hewan- hewan tidak bertulang belakang akan dijelaskan lebih khusus dalam Zoologi Invertebrata. Invertebrata (Latin: in= tidak; vertebrae= tulang belakang), adalah hewan tingkat rendah yang tidak memiliki tulang belakang, baik hewan yang bersel tunggal dan tidak mempunyai bentuk tetap, hewan tersebut dapat dibedakan berdasarkan jumlah lapisan lembaga dan rongga tubuh.

   A.     Karakteristik Hewan

1.       Organisme eukariotik dan multiseluler
2.       Tidak memiliki dinding sel dan klorofil
3.       Tidak memiliki dinding sel
4.       Bersifat heterotroph, memperoleh makanan dari organisme lain karena tidak memiliki klorofil
      5.       reproduksi umumnya dilakukan secara kawin (seksual). Beberapa ada yang dilakukan secara tak kawin (aseksual)
6.       Umumnya dapat bergerak untuk survive dan mencari makanan

   B.      Pengelompokan hewan berdasarkan ada tidaknya jaringan penyusun tubuh

1.       PARAZOA: hewan yang tidak memiliki jaringan sejati, yaitu anggota filum Porifera (hewan spons).
2.       EUMETAZOA: hewan yang memiliki jaringan sejati, yaitu anggota filum Cnidaria sampai filum Chordata.

C.     Kriteria Klasifikasi Hewan

1.       Lapisan embrionalnya
Merupakan jaringan dari hasil pembelahan sel zigot. Jaringan embrional mengalami spesialisasi menjadi dua lapisan (diploblastik)/ektoderm dan endoderm, contoh: filum Porifera, Cnidaria, dan Ctenophora.
Tiga lapisan jaringan (triploblastik) yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm) dan lapisan dalam (endoderm).
Terdapat tiga macam lapisan embrionik, yaitu:
1.       Ektoderm, lapisan terluar yang enutupi permukaan embrio. Ectoderm akan berkembang menjadi penutup luar tubuh hewan.
2.       Endoderm, lapisan terdalam dan menutupi saluran pencernaan yang sedang berkembang/arkenteron. Endoderm akan berkembang menjadi saluran pencernaan, hati dan paru- paru hewan vertebrata.
3.      



Mesoderm, terletak diantara ectoderm dan endoderm. Mesoderm akan menjadi otot dan organ lain yang terletak di antara saluran pencernaan dan penutup luar tubuh.

2.       Rongga Tubuh ( Coelom )

Ø  Triploblastik Acoelomata, yaitu hewan yang tidak memiliki rongga tubuh diantara saluran pencernaan atau dinding tubuh. Contoh : phylum Platyhelmintes.
Ø  Triploblastik Pseudocoelomata, yaitu hewan yang memiliki rongga semu, karena hanya sebagian saja lapisan tubuhnya yang dibatasi lapisan mesoderm. Contoh: Nematoda.
Ø  Triploblastik Coelomata, yaitu hewan yang memiliki rongga tubuh yang nyata, karena seluruh tubuh dibatasi lapisan mesoderm. Minimal memiliki rongga gastrovasculer yang berperan sebagai sistem pencernaan. Contoh : filum Annellida, Molusca, Echinodermata, dan Arthrophoda.



3.       Simetri tubuh

·         Asimetri, yaitu hewan yang tidak memiliki pembagian tubuh yang tetap / sama. Contohnya: Protozoa, Porifera.
·         Simetri Bilateral, yaitu hewan yang apabila tubuhnya dibagi 2 melalui pusatnya diperoleh bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya : Platyhelmintes, Nemathelmintes, Annellida, Arthrophoda, chordata. Hewan ini memiliki tubuh dorsal/bagian atas, ventral/bawah, anterior/depan dan posterior/belakang).
·         Simetri Radial, yaitu hewan yang apabila tubuhnya dibagi 2 melalui pusatnya dari arah manapun diperoleh bentuk dan ukuran yang sama. Hewan ini hanya memiliki tubuh dorsal/bagian atas dan ventral/bawah, dan tidak memiliki bagian anterior/depan dan posterior/belakang). Contohnya : Coelenterata/Hydra, Echinodermata.
                   


4.       Mempunyai notokorda atau tidak

Tali sumbu tubuh yang terbentuk dari tulang rawan

5.       Kerangka tubuh/Penyokong Tubuh

          Eksoskeleton
      Rangka Luar (misalnya; filum Arthropoda)
          Endoskeleton
      Rangka Dalam (Semua Vertebrata)

Hewan juga dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu invertebrata dan vertebrata.
Adapun perbedaan yang lebih terperinci, dapat dilihat pada tabel seperti dibawah ini!

Perbedaan
Invertebrata
Vertebrata
Reproduksi
Aseksual
Seksual
Pencernaan
Oleh sel tunggal atau di dalam saluran
Di dalam saluran pencernaan
Respirasi
Melalui permukaan alat-alat tubuh atau pernafasan
Alat pernafasan
Syaraf
Belum mempunyai otak, hanya simpul syaraf secara difusi atau terbuka
Mempunyai Otak
Sirkulasi
Secara difusi atau terbuka
Sirkulasi tertutup

Klik di sini untuk lanjut mengerjakan tugas harian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB EKOSISTEM *Hubungan antar simbiosis* X IPA 6

Hubungan Simbiosis Hubungan dua organisme yang hidup bersama dalam suatu hubungan nutrisi yang erat. Beberapa jenis simbiosis antara lain: ⦁ Hubungan Kompetisi Hubungan persaingan antar makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya. Dalam ekosistem dikenal istilah ⦁ Habitat, tempat suatu organisme dapat hidup dan menyediakan semua hal yang dibutuhkan oleh organisme tersebut. ⦁ Relung (niche), cara hidup suatu organisme. Kompetisi tidak terjadi jika organisme-organisme menempati relung yang berbeda, walaupun habitat dan jenis makannya sama. Aliran Energi yang Melintasi Ekosistem ⦁ Rantai makanan Rantai makanan merupakan proses makan dan dimakan di antara organisme dengan urutan satu arah yang mengakibatkan terjadinya perpindahan energi dari satu organisme ke organisme yang lainnya. Hewan di darat dan udara Hewan di laut ⦁ Jaring-jaring Makanan Jaring-jaring makanan terdiri dari rantai-rantai makanan yang saling berhubungan Jaring m...

Bab Animalia 3

Klasifikasi Hewan Avertebrata (Invertebrata) Berikut ini terdapat beberapa klasifikasi Hewan Avertebrata (Invertebrata), terdiri atas: Filum Porifera Porifera berasal dari kata porus = lubang-lubang kecil, dan fera = mengandung. Jadi, porifera berarti hewan yang memiliki pori-pori. Dalam kehidupan, porifera belum memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pada beberapa negara maju, misalnya Amerika, porifera dimanfaatkan untuk memproduksi spons. Spons tersebut dimanfaatkan sebagai alat penggosok tubuh pada waktu mandi dan alat untuk membersihkan kaca. Porifera merupakan hewan metazoa yang paling sederhana. Tubuh terdiri atas banyak sel. Bentuk tubuhnya seperti tabung atau jambangan yang berpori dan di dalamnya terdapat rongga tubuh. Biasanya hidup di laut, mulai dari daerah perairan pantai yang dangkal hingga daerah berkedalaman 5,5km. Tubuhnya melekat pada suatu dasar dan tidak dapat berpindah tempat (sesil). Struktur tubuhnya memiliki dua lapisan s...

Bab 11 Pengaruh Aktivitas Manusia terhadap Perubahan dan Pencemaran Lingkungan (X IPS 2)

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia memerlukan sumber daya yang ada di alam ini. Manusia menggunakan banyak sumber daya tersebut dan mengolahnya menjadi berbagai barang. Dalam usaha ini, manusia telah memengaruhi lingkungan. Pengaruh aktivitas manusia menyebabkan perubahan keseimbangan alam dan terjadinya pencemaran . Disadari maupun tidak, perubahan akibat aktivitas manusia ini membawa pengaruh terhadap manusia sendiri. Pencemaran Lingkungan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997  tentang pengelolaan lingkungan hidup, pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak berfungsi dengan peruntukkannya. Zat atau bahan yang menyebabkan polusi disebut polutan. 1. Perubahan Lingkungan karena Aktivitas Manusia Manusia membutuhkan...